Minggu, 15 Maret 2009

Presiden minta daerah penuhi anggaran pendidikan 20%

Presiden Minta Daerah Penuhi Anggaran Pendidikan 20 Persen
Kondisi salah satu ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri 3 Rawaboni, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu (27/2), memprihatinkan. Seluruh eternit sengaja dilepas karena rangka kayu atap sudah rapuh. Menurut rencana, empat ruangan yang rusak itu akan direnovasi Maret mendatang.
Jumat, 22 Agustus 2008 | 09:42 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, JUMAT - Setelah pemerintah pusat berniat memenuhi anggaran pendidikan 20 persen melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pusat (APBN) 2009, maka kini giliran pemerintah daerah memenuhi amanat UUD 1945 dengan alokasi anggaran 20 persen. Pemenuhan anggaran 20 persen itu ditagih oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berpidato di depan sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD), sebagaimana terungkap dalam naskah pidato Presiden yang diterima Kompas, Jumat (22/8) pagi ini di Jakarta.
Asal tahu saja, Presiden Yudhyono pada pidato kenegaraan di depan Sidang Paripurna DPR pada 15 Agustus 2008 lalu, telah berjanji memenuhi anggaran pendidikan 20 persen dari total belanja negara 2009, sehingga mencapai Rp 224,4 triliun dari sebelumnya yang hanya 15,6 persen atau sekitar Rp 160an triliun. Putusan pemerintah memenuhi anggaran 20 persen ini setelah Mahkamah Konstitusi (MK) tidak memberikan toleransi lagi bagi pemerintah melanggar UUD 1945 pada tahun depan, karena belum juga memenuhi anggaran itu.

"Saya berharap pemerintah daerah juga mengikut langkah pemerintah pusat untuk memenuhi amanat konstitusi dengan mengalokasikan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total belanja pemerintah daerah," kata Presiden Yudhoyono. Menurut Presiden, selama ini dirinya bermimpi di tiap sekolah dasar (SD), SMP dan bahkan SMA ada komputer untuk para siswa dan guru.

"Dengan kenaikan anggaran ini, Insya Allah secara bertahap impian itu akan bisa terwujud. Bahkan, jika memungkinkan komputer itu bisa dilengkapi dengan akses internet sehingga siswa dan guru-guru bisa mendapat informasi dan ilmu pengetahuan dengan baik," lanjut Presiden.


Suhartono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar