Senin, 16 Maret 2009

Kelompok Siswi SMU Menculik Adik Kelasnya

Kelompok Siswi SMU Menculik Adik Kelasnya

Aksi penculikan senior terhadap adik kelasnya kembali terulang.
BOGOR -- Aksi penculikan senior terhadap adik kelasnya kembali terulang. Setelah terjadi di SMUN 82 Jakarta beberapa waktu lalu, kali ini giliran beberapa siswi SMUN 7 Bogor menculik adik kelasnya. Korban yang bernama Vanya Merri Adam, 15 tahun, diculik Jumat (9/1) sore dan dilepas pada malam harinya.

Kelompok siswi yang sama, yang dikenal sebagai geng Choengurs, pernah melakukan hal serupa pada Intan Lestari, 15 tahun, akhir Desember silam. Vanya dan Intan adalah siswi kelas 1. Keduanya sama-sama dikerjai di dalam mobil oleh empat seniornya tersebut.

Oleh keluarga Vanya, kasus ini dilaporkan ke Markas Polisi Resort Kota Bogor, Jumat malam. Berdasarkan laporan itu polisi langsung "menjemput" keempat pelaku, yakni Mella (Mellani), Dhea (Suci Dhea Sinta), Isti (Isti Wiyastiandi ), dan Icha (Yulianti Rika Lestari) digiring ke Markas Polres Kota Bogor malam itu juga untuk dimintai keterangan.

Kepada polisi, keempat pelaku mengaku hanya berniat menakut-nakuti adik kelasnya agar lebih menghormati seniornya. Setelah polisi meminta keterangan korban dan para pelaku hingga Sabtu pukul 03.00 WIB, akhirnya masing-masing pihak bersedia menempuh jalan damai.

Kesepakatan damai itu dituangkan dalam surat bermeterai yang ditandatangani kedua ibu korban, Ny. Mien dan Ny. Emma, keempat pelaku, dan orangtua para pelaku dengan saksi petugas. Dalam perjanjian disebutkan, jika pelaku mengulangi perbuatan yang sama, mereka akan dijebloskan ke penjara. Disarankan agar kasus ini diberitahukan kepada pihak sekolah.

Atas saran polisi itu, pada siang harinya, keluarga korban dan pelaku menemui pihak sekolah. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMUN 7 Atip Suherman mengatakan, kasus ini akan dibahas dalam rapat sekolah agar tak terulang.

"Kami akan menjatuhkan sanksi skorsing selama tiga hari kepada pelaku. Jika mereka berbuat lagi, kami tak segan-segan mengembalikan mereka ke orangtuanya," kata Atip.

Menurut Vanya, ceritanya bermula seusai ulangan. Saat akan pulang ke rumah, ia dicegat oleh empat seniornya di depan sekolah di Jalan Palupuh, Bantar Jati, Kota Bogor. Vanya, yang ingat kalau keempat seniornya itu pernah menculik temannya, Intan, 30 Desember lalu, berusaha menghindar. Apes, tangan Vanya langsung digaet Isti secara paksa.

Vanya tak berkutik saat diseret ke dalam mobil Kijang hitam B-631-ZK yang dikemudikan Mella. Di dalam mobil, Vanya diapit Icha dan Dhea. Lalu, meluncurlah makian dan kata-kata kotor kepadanya. Vanya lemas.

"Awas jangan cerita pada siapa pun! lihat nih tusuk konde pernah gue pakai tusuk si Intan!" ancam para pelaku.

Vanya kemudian dibawa ke arah Villa Duta di Jalan Raya Pajajaran, dan berkeliling ke beberapa tempat. Sepanjang jalan Vanya terus dimaki dan diintimidasi, bahkan diancam akan dibugili jika bercerita pada guru.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Vanya dilepas kembali sekitar satu kilometer dari sekolahnya. Kemudian ia melaporkan kejadian yang menimpa dirinya kepada orangtuanya. Mendengar pengakuan anaknya, Emma Merriam, ibu Vanya langsung melaporkan kejadian ini ke Markas Polres Bogor.

Geng ini pernah menculik Intan Lestari, akhir Desember lalu, saat ia pulang sekolah. Intan ditarik paksa oleh Mella ke dalam mobil Karimun milik Dhea.

"Saya dilepas sekitar pukul 8 malam di tempat sepi. Saya takut sekali," tutur Intan kepada Tempo News Room setelah dimintai keterangan sebagai saksi korban.

Berbeda dengan Vanya, Intan mengaku saat itu tak berani bercerita kepada ibunya. "Saya kaget ketika Intan cerita ia juga korban penculikan seniornya," kata Ny. Mien, ibu Intan. deffan purnama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar