Pendidikan di Papua Maasih Mengenaskan
17/o3/2009
Liputan6.com, Jayapura: Sarana pendidikan di pedalaman Provinsi Papua dinilai sangat minim. Kondisi ini tak menyurutkan semangat siswa-siswa sekolah dasar untuk mengenyam pendidikan formal, meski anggota TNI yang mengajar. Animo itu tampak jelas pada siswa-siswa kelas I-VI SD Persiapan Satuan Pemukiman VIII, Kecamatan Bonggo, sekitar 200 kilometer sebelah barat Kota Jayapura. Demikian hasil pemantauan SCTV di Kecamatan Bonggo, Jayapura, baru-baru ini.
Proses belajar mengajar di SD tersebut memang memprihatinkan. Para siswa belajar di satu ruangan tanpa tembok pembatas untuk setiap tingkat kelas. Kendati demikian, mereka dengan serius mengikuti pelajaran. Peran sejumlah anggota TNI yang turut mengajar juga sangat membantu. Maklum, tenaga pendidik di sekolah itu dan umumnya di Binggo, minim.
Menurut Panglima Daerah Militer Trikora Mayor Jenderal TNI Mahidin Simbolon, keterlibatan para prajurit sebagai pengajar adalah wujud kecintaan untuk mendidik dan membina sesama Anak Bangsa. Ini, memang belum cukup. Karena itu, masyarakat setempat berharap Pemerintah Daerah Papua segera membangun gedung sekolah untuk mengimbangi hasrat masyarakat untuk mengenyam pendidikan.
Penyediaan tenaga pendidik tersebut rupanya menjadi perhatian pemda setempat. Buktinya, Pemda Papua lewat Camat Bonggo Kyeu Kyeu menyatakan rencana pembangunan SD dalam tahun anggaran 2002-2003 ini.(DEN/Ruba`i Kadir)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar