ISI mantapkan Kurikulum Sarjana Internasional
Senin, 04 Mei 2009 12:08 WIB
DENPASAR--MI: Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar lebih memantapkan kurikulum pendidikan bagi mahasiswa mancanegara, sebagai persiapan membuka program sarjana (S-1) internasional yang diharapkan segera bisa terealisasi.
"Selain penyusunan kurikulum yang lebih andal, juga menyempurnakan metode pengajaran yang profesional, prasarana dan sarana pendukung yang memadai," kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S di Denpasar, Bali, Senin (4/5).
Ia mengatakan, para dosen yang mengajar mahasiswa asing di lembaga pendidikan tinggi seni itu juga memiliki kapabilitas bahasa asing yang memadai. "Semua itu merupakan modal bagi ISI untuk membuka program S-1 internasional, sekaligus go internasional," katanya.
Pembukaan program S-1 internasional tersebut juga didukung dengan jejaring dan kerjasama yang telah terintis selama ini sedikitnya dengan 50 negara di belahan dunia.
Rai menambahkan, adanya jalinan kerjasama yang baik dengan banyak negara di mancanegara memberikan peluang yang besar untuk mengembangkan produk industri ekonomi kreatif berbasis seni budaya lokal Bali.
Pihaknya kini mendidik 23 mahasiswa mancanegara untuk mendalami tabuh dari tari Bali dalam tahun kuliah 2009. Mereka terdiri atas 19 mahasiswa asing untuk mengikuti program Dharmasiswa RI dari pemerintah Indonesia dan empat orang atas biaya sendiri.
Mahasiswa asing tersebut berasal dari 13 negara, mengikuti proses belajar mengajar pada Fakultas Seni Pertunjukan tujuh orang dan tujuh orang pada jurusan Seni Karawitan.
Selain itu, lima orang mengikuti kuliah pada Fakultas Seni Rupa dan Desain yang terdiri atas empat orang pada Jurusan Seni Rupa Murni dan seorang mengikuti Program studi Fotografi. Mereka, tuturnya, sangat antusias mempelajari seni budaya Indonesia khususnya Bali. (Ant/OL-01)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar