Minggu, 19 April 2009

Serahkan Urusan Kelulusan kepada Sekolah

Serahkan Urusan Kelulusan kepada Sekolah
Ribuan siswa SD, dari berbagai sekolah di Jabodetabek, mengikuti Try Out Akbar Ujian Nasional untuk pelajar tingkat SD-SMP-SMA yang diselenggarakan salah satu penyelenggara Bimbingan Belajar, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/4).
Kompas, Senin, 14 April 2008 | 16:46 WIB

JAKARTA, SENIN - Ujian Nasional (UN) hendaknya hanya, digunakan sebagai peta kualitas pendidikan di Indonesia, bukan penentu kelulusan siswa. Kelulusan serahkan kepada sekolah saja. Demikian disampaikan beberapa kepala sekolah dan guru yang ditemui Kompas.com, Senin (14/4).

"Saya setuju dengan UN, tapi hanya digunakan untuk mengetahui sejauh mana kurikulum secara nasional tercapai. Untuk kelulusan serahkan saja kepada sekolah," ujar Kepala SMPN 16 Jakarta Selatan, Ishak Idrus, Senin (14/4).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh guru kelas 3 SMAN 24 Jakarta Pusat Soni Anderson Muslim. "Yang tahu soal siswa kan sekolah, ya mestinya soal kelulusan juga diserahkan kepada sekolah. Kasihan kan kalau ada siswa yang karena nilainya kurang 0,01 dari nilai standar, jadi tidak lulus. Siswa saya ada yang seperti itu tahun lalu," ujar Soni.

Menurut Soni, jika alasan pemerintah ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yang diperlukan adalah perubahan sistem pendidikan. Salah satunya jangan terlalu sering mengubah kurikulum. "Kurikulum sebelumnya belum kelihatan hasilnya, sudah diganti dengan kurikulum yang lain. Itu kan memerlukan dana, waktu, tenaga. Lagi kasihan anak-anak yang jadi eksperimennya," katanya.

Guru kelas 3 SMPN 16 Jakarta Selatan, Sunaryo berpendapat banyak faktor yang harus diperhatikan pemerintah jika ingin kualitas pendidikan meingkat yakni kurikulum sekolah disederhanakan, meningkatkan sarana dan prasarana terutama buku pelajaran, dan membangun kerja sama antara pemerintah, sekolah, perusahaan dan masyarakat. "Masalah pendidikan kan tidak hanya tanggung jawab satu pihak, jadi dibutuhkan kerja yang sinergi dari pemerintah, sekolah, perusahaan yang sudah maju, dan orangtua juga masyarakat," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar